Adicahya Raharja: Melbournian Sukses Jadi Pebisnis Muda

Sukses dalam banyak bidang, dimulai dari bisnis alluminum dan facade (distributor, pabrik, aplikator), perpapanan (papan gypsum) hingga container based booth manufacturing, Adicahya Raharja tidak lekas puas dengan kesuksesannya. Ia masih memiliki rencana untuk menjajaki lebih banyak lagi bidang bisnis.

Pada bidang industri Alluminum dan Facade, merk dagang yang saat ini dipegang yaitu seperti Alexindo, YKK AP, Alcomexindo juga Starmas beserta brand lainya yang sudah menangani projek high profile seperti LRT Jakarta, Wisma Atlet, Stadion Manahan Solo dan masih banyak lagi. Pada bidang perpapanan gypsum, merk dagang yang dipegang yaitu seperti Aplus, Kalsi, Knauf, Elephant, Jayaboard, Woodplank dan brand lainnya di daerah Jabodetabek, saat ini masih menjadi the only one multy  brand distributor untuk perpapanan tersebut, dan untuk bisnis yang kini ia  tekuni sendiri diluar bisnis keluarga yaitu Power Container yang sudah melayani brand franchise seperti Mo Tahu Aja!, Cochoc, Kebab Baba Rafi, Burger Bangor, Green Helmet, Sueger dan masih banyak lagi.

Dalam wawancara singkat bersama BUSET, anak tunggal dari pebisnis Bayu Sudeka dan almarhumah sang istri Kurniawati Gunawan ini menceritakan bagaimana masa perkuliahan dan bekerja di Melbourne juga bagaimana kesulitan dalam meneruskan bisnis sang ayah di Indonesia.

Masa Perkuliahan di Melbourne

Adi memutuskan berkuliah di Melbourne pada tahun 2012, dan pada saat keberangkatannya adalah bertepatan dengan saat dimana ibunya didiagnosa mengidap kanker payudara stadium 3 (tiga), walaupun begitu ia dan keluarga memutuskan untuk tetap tenang dan melanjutkan apa yang sudah direncanakan. Selama berkuliah di Melbourne atau kota yang belum pernah sekalipun ia pijak, banyak pengalaman yang ia dapat salah satunya adalah bertemu dengan berbagai macam orang, dari banyak latarbelakang, nationality dan lain-lain.

Adi juga aktif dalam beberapa organisasi di kampus, seperti PPIA Unimelb, organisasi gereja dan sebagainya. 

Pelajaran yang ia dapat dari berkuliah di luar negeri adalah how to deal with different kind of people, bagaimana mengatasi orang yang memiliki pola pikir 180° dengan kita, dan bagaimana untuk bekerja sama dengan mereka khususnya pada kerja kelompok maupun event yang dilakukan atau diikuti oleh organisasinya seperti event PPIA atau juga event dari Konjen.

Diperkuliahan formal, banyak dibahas mengenai perusahaanperusahaan di dunia, yang bisa diaplikasikan dikehidupan nyata. Adi menyelesaikan Bachelor of Commerce, triple major: management,  marketing and finance pada tahun 2012 – pertengahan tahun 2015 di University of Melbourne dan mendapatkan scholarship, global scholarship award, dilanjutkan Master of Management (Accounting),  double major: Management and Accounting selama 1,5 tahun di universitas yang sama.

Berkarier di Navanti Holding

Sebelum pulang ke Indonesia, Adi sempat bekerja di Navanti Holding. Ia memilih bekerja disana dibanding dengan pekerjaan yang lebih formal lagi karena Navanti termasuk dalam industri baru, dan saat itu ia masih belum cukup mengatahui mengenai dunia startup. Dari bekerja di sana, banyak hal yang bisa ia pelajari salah satunya yaitu bagaimana cara bertemu dengan klien dari Indonesia yang tertarik untuk investasi di Melbourne, dan bagaimana mengetahui apa yang mereka inginkan juga mereka cari.  Paling utamanya ia belajar bagaimana untuk menjalankan suatu perusahaan dengan cantik atau ‘beautifuly’.

Menghadapi Kesulitan

Pria yang memiliki hobi sebagai MC ini langsung ikut membantu industri perpapanan (gypsum) milik ayahnya setelah pulang ke Indonesia, dan ternyata perusahaan tersebut dalam keadaan tidak baik-baik saja bahkan tidak menghasilkan profit pada tiap tahunnya. Kesulitan ia dapatkan saat ia ingin mengubah system management pada saat itu. Ia mengubah system management perusahaan menjadi ‘Open Management’ dimana setiap kepala perusahaan tahu keseluruhan keadaan perusahaan, secara data dan angka. Karena perubahan besar tersebut, muncul banyak penolakan dan berujung banyak karyawan yang resign

Sejak kecil Adi atau lebih tepatnya dari kelas 2 (dua) sekolah dasar, obrolan bersama keluarga hanya seputar bisnis, bukan obrolan pribadi seperti “bagaimana hari ini?” atau “bagaimana nilai disekolah?”.  

Setiap menginginkan sesuatu itu berdasarkan perhitungan. Maka tertanam dalam dirinya yaitu “This is what I want, this is how to get that, and no other way. Jadi harus dijalani”. Maka dari itu, ia tetap harus mengubah management perusahaan ayahnya agar seperti yang ia inginkan, yaitu tidak lagi mengejar omset namun profit.

Untuk kedepannya, tentu ia ingin untuk menjajaki industri-industri yang lainnya lagi misalkan seperti industri teknologi. Dan goal untuk 10 tahun kedepan yang disebutkannya yaitu, perusahaannya menjadi public company.

Perluasan Bisnis

Adi memulai bisnis booth container bersama dengan temannya, ia bercerita bahwa sebelumnya sangat banyak bisnis yang ia coba namun gagal salah satunya yaitu sebuah accounting software yang sudah sempat dijalankan dan memiliki beberapa klien namun tidak bisa dilanjutkan kembali salah satu alasannya yaitu karena terjadinya pandemi COVID-19. Pria yang belum lama menikah dengan wanita cantik bernama Camilla Calista ini, menyediakan solusi cepat, mudah, murah dan praktis bagi orang-orang yang ingin memulai usahanya, dengan Power Container.

Pesan Adi untuk pelajar maupun pekerja Indonesia yang saat ini ada di Australia:

Mental state atau cara kamu berpikir itu sangat dipengaruhi oleh pergaulan kamu. Umumnya orang datang ke Melbourne itu sendirian dan jarang ada yang didampingi keluarga. Disitulah ke kempatan emas kamu untuk terbuka, menjalin networking, menjalin hubungan pertemanan entah saat di university atau di organisasi-organisasi. Maka, saat pulang ke Indonesia kamu akan menjadi sangat powerful, dan sangat bisa diandalkan seperti kamu itu bisa membantu in a lot of ways”.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Wanita Tangguh Dibalik Jazare Cakes

Namanya mungkin belum begitu terkenal seantero Melbourne, apalagi di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, perlahan tapi pasti Jazare Cakes mulai melebarkan sayapnya dengan terus berekspansi,...

PROMOSI BAHASA BERHADIAH TIKET KE BALI DIMENANGKAN PELAJAR MELBOURNE HIGH

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne menjadi tempat diselenggarakannya ‘Sayembara Menulis Buku Harian’ yang diusung Radio Kita 3ZZZ (92.3 FM). Acara tahunan tersebut...

Workshop: Bekerja, Berbisnis, Belajar di Australia?

Ingin Bekerja Berbisnis Belajar di Australia? Menabung ratusan juta rupiah? Punya rumah dan apartemen?Ikuti workshop Sabtu 2 Juli, dengan pemateri Prof Denny Indrayana, INTEGRITY...

TEMU LAWAK 2021 : Mengukir Kisah

Acara tahunan yang diadakan oleh PPIA Victoria yaitu TEMU LAWAK, kali ini dilaksanakan secara virtual. Melalui Zoom meeting acara tersebut dilaksanakan pada dua hari...

Ibadah dan Buka Puasa Bersama KJRI 2021

Dalam rangka menyambut Bulan Puasa, Konsulat Jenderal RI Melbourne kembali membuka pintu mereka untuk acara Buka Bersama tahunan. Meski tak seramai tahun-tahun sebelumnya dikarenakan...