Ada Pramuka di Perayaan 17 Agustus di Melbourne!

0
908
Anggia Anggraini dan Gary Golding (belakang), salah dua orang tua asuh ini didaulat untuk menyediakan rumah bagi para Pramuka Indonesia

 

Sempat menjadi pusat perhatian ketika masuk ke dalam barisan beserta peserta upacara lainnya, 10 anggota pramuka ini memang mencuri perhatian pengunjung yang hadir baik di KJRI maupun di Federation Square. Tak dipungkiri, upacara bendera 17 Agustus 2016 lalu kian terasa lengkap dengan kehadiran mereka.

Ditemui usai upacara pengibaran bendera di KJRI Melbourne, Aqil Naufal Rizqullah, atau yang kerap disapa Aqil, mengungkapkan tentang keberadaan ia dan teman-temannya. “Jadi saat ini saya dan teman-teman saya sedang mengikuti program pertukaran pelajar ke Melbourne untuk mencari pengalaman”. Siswa yang duduk di kelas 3 SMPN 7 Jambi ini, merasa senang berada di Melbourne dan ia merasa kehadirannya tersebut adalah sebagai bentuk partisipasinya untuk turut serta mempromosikan Tanah Air di mata asing. “Kita di sini punya misi untuk melestarikan budaya Indonesia kepada orang-orang Australia, khususnya Melbourne. Supaya mereka tahu bahwa kita kaya akan budaya dan suku bangsa, dan bisa hidup berdampingan walaupun dengan perbedaan dan keunikan masing-masing,” ujarnya. Aqil dan teman-temannya sudah lebih dari 2 minggu hadir di Melbourne dari hari Rabu, 3 Agustus 2016. Setibanya di Melbourne, masing-masing dari mereka mendapatkan host family atau keluarga asuh.

Salah satu orangtua asuh yang ikut mengantar anggota pramuka ini adalah Gary Golding. Ditemui pada kesempatan yang sama, mengaku bahwa putrinya lah yang mencalonkan diri untuk menerima siswa-siswa dari Indonesia. “My daughter was very excited to know about this program. Since she is studying Bahasa right now, I think that is why she was motivated to raise her hands to volunteer as one of the hosts,” papar Gary.

Lucunya, Gary juga mengaku bahwa putrinya yang juga merupakan anggota scout di Melbourne ini, tak meminta izin padanya terlebih dahulu. “She was volunteering without asking her parents first. So basically, I had to agree with her,” ungkap Gary sambil tertawa.

Selain Gary, Anggia Anggraini yang juga merupakan warga negara Indonesia, turut serta untuk menjadi host family di Melbourne. Anggi merasa program ini sangat bagus untuk menambah wawasan dan tentunya untuk bisa belajar mandiri. “Menurut saya program ini sangat bagus, dikarenakan kita bisa membantu anak-anak Indonesia mengenal orang Australia lebih dekat lagi dan mengetahui bagaimana mereka hidup sehari-hari,” ujarnya. Anggi mengatakan sebelum menjadi host, dari pihak scout sendiri harus memastikan kelayakan daripada keluarga tersebut. “Dari organisasi memastikan apakah keluarga kita memiliki sertifikat working with children, dan mereka juga memastikan apakah kita eligible untuk menjadi host,” jelasnya ketika ditanya persyaratan yang diperlukan untuk menjadi keluarga asuh.

Aqil Naufal Rizqullah merupakan salah satu siswa kelas 3 dari SMPN 7 Jambi yang berhasil lolos seleksi untuk program pertukaran pelajar Pramuka
Aqil Naufal Rizqullah merupakan salah satu siswa kelas 3 dari SMPN 7 Jambi yang berhasil lolos seleksi untuk program pertukaran pelajar Pramuka

Program pertukaran pelajar Indonesia – Australia ini merupakan hasil kerjasama antara organisasi bernamakan SISEP atau Scout International Scout Exchange Program dengan Gerakan Pramuka Indonesia Pusat yang berada di Ibu Kota Jakarta. SISEP ini sendiri sudah melakukan program pertukaran pelajari dari Norwegia, Inggris, serta Perancis. Dan ini merupakan kali pertama mereka bekerja sama dengan Pramuka Indonesia.

Untuk mendapatkan 10 pramuka ini, seleksi yang dilakukan tidaklah mudah. Langkah pertama yang harus dilalui adalah mengikuti uji kemampuan pramuka, kemampuan Bahasa Inggris, dan pengetahuan tentang budaya Indonesia dan Australia di kabupaten masing-masing. Selanjutnya, setelah terpilih, peserta akan melanjutkan ke tahap proses seleksi tingkat provinsi dan terakhir akan berada di tingkat nasional. Diakui oleh Aqil, ada sebanyak 10 provinsi yang diundang untuk mengirimkan utusannya, namun hanya 5 provinsi yang berpartisipasi. “Jadi 5 provinsi ini adalah dari Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Lampung dan Jambi,” urai Aqil. Dari 10 anggota pramuka ini, masing-masing provinsi membanggakan 1 pasang utusannya untuk dikirim ke Australia.

Sejauh ini bagi Aqil, pengalaman menariknya adalah ketika ia baru tiba di Melbourne. “Saya sempat nyasar ketika memilih kereta. Alhamdulillah, ada yang membantu saya, dan menunjukkan kereta yang benar. Di sini saya belajar mandiri, dan untuk lebih baik lagi dalam membaca peta,” ucapnya. Aqil sendiri mengatakan bahwa ia saat ini sedang pindah-pindah sekolah. Ini dikarenakan beberapa sekolah hanya bisa menerima siswa pertukaran pelajar tidak lebih dari satu minggu.

Sejauh ini, kegiatan yang sudah ia lakukan sangatlah menarik. “Saya melakukan beberapa kegiatan pramuka, latihan bola, mengunjungi beberapa museum, dan bermain ski,” ucapnya sambil tersenyum bangga. “Saya berharap, kedepannya kegiatan ini masih diteruskan. Karena ini kegiatan pertama, dan menurut saya ini sudah cukup sukses. Semoga peserta yang selanjutnya ikut bisa terus percaya diri dalam mengasah bakat dan kemampuan mereka, agar nantinya bisa berguna buat bangsa kita,” tutup Aqil.

 

 

Alifia
Foto: RR/Nys