‘101 Cara Membuat Tempe’ Bersama Ibu Mantarina Herlianti

Siapa yang tak kenal tempe? Produk olahan kacang kedelai yang merupakan makanan favorit orang Indonesia ini kini dapat ditemukan di berbagai supermarket dan restoran di seluruh penjuru dunia, termasuk Melbourne. Meski sebagian besar orang gemar mengkonsumsi tempe karena rasanya yang lezat, namun tak banyak orang yang tahu cara membuat tempe apalagi berhasil membuat tempe di rumah. Terutama di negara-negara empat musim seperti Australia.

Emcee workshop 101 Tempe Making, Mas Zachy bersama segenap anggota DWP Melbourne

“Melbourne merupakan kota ‘foodie’ dimana ada sekitar 3.500 restoran dengan hidangan dari 75 negara berbeda. 40 diantaranya merupakan restoran Indonesia dan banyak orang mengkonsumsi tempe, namun tidak tahu cara pembuatan tempe. Walau tempe sering menjadi topik ejekan, seperti contohnya ‘mental tempe’, sebetulnya tempe memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi dan merupakan protein vegan yang baik,” ujar Konsul Jenderal Kuncoro Waseso dalam kata sambutannya di awal acara Sabtu siang hari itu.

Guna membudidayakan cara pembuatan tempe ke masyarakat Indonesia dan Australia di Victoria, Darma Wanita Persatuan (DWP) Melbourne bekerjasama dengan Australia Indonesia Association Victoria (AIAV) menyelenggarakan workshop ‘101 Tempe Making in Melbourne.’ Workshop ini spesial dibawakan langsung oleh Ibu Mantarina Herlianti selaku ketua DWP KJRI Melbourne yang memiliki pengalaman membuat tempe sejak tahun 1998.

Ibu Iin memamerkan tempe-tempe buatan beliau yang sudah jadi

“Saya pertama membuat tempe ketika penempatan pertama suami saya (Konjen Kuncoro) di Bangladesh. Meski awal-awalnya memang tidak langsung berhasil dikarenakan tempe sangat sensitif terhadap cuaca dan temperatur ruangan tempat fermentasi tempe,” kenang Ibu Mantarina yang akrab disapa Ibu Iin itu. Dikarenakan kegemaran sang suami, Konjen Kuncoro terhadap tempe, Ibu Iin rajin membuat tempe di rumah setiap kali mereka ditugaskan di luar negeri.

“Saat winter atau musim dingin, kita masih bisa membuat tempe dengan cara menggunakan heater atau oven yang hanya dinyalakan lampunya saja tanpa api,” pesannya menanggapi masalah cuaca dan temperatur di negara-negara empat musim yang terkadang tak kondusif untuk proses fermentasi tempe. Selama 20 sekian tahun berpengalaman membuat tempe, Ibu Iin bahkan sempat bereksperimen dengan berbagai macam tipe kacang-kacangan selain kedelai seperti kacang hitam, kacang merah, kacang hijau, bahkan kacang chickpea jika kacang kedelai tidak tersedia.

Bu Iin menjelaskan langkah-langkah pembuatan tempe dari 0 kepada para peserta

“Untuk cara pembungkusan tempe kalau di Indonesia yang tradisional dibungkus dengan daun pisang atau di Jawa dengan daun jati ya, tapi kalau disini dengan plastik saja juga bisa. Saya rasa rasanya tidak jauh berbeda dengan yang dibungkus dengan daun pisang,” jawab Ibu Iin terhadap pertanyaan umum mengenai keterbatasan ketersediaan kedua jenis daun tersebut di negara-negara non-tropis.

Foto bersama dengan presiden AIAV, Nani Pollard dan anggota AIAV

Mama Ning (pemilik Sanggar Lestari) dan para penari, Asti, Mira dan Tika

Workshop yang diadakan secara hybrid (online dan perorangan) pada Sabtu 11 Desember itu juga turut diramaikan dengan persembahan tarian tradisional Madura, Ngapote, yang kerap dipertunjukkan untuk merayakan panen yang sukses. Tarian persembahan dari Sanggar Lestari ini dibawakan oleh tiga penari cantik Mira, Asti, dan Tika. Acara kemudian ditutup dengan makan siang bersama.

Tarian Ngapote

Nah, para pembaca, ternyata tidak sulit kan untuk membuat tempe di luar negeri? Bahan-bahan yang dibutuhkan relatif mudah untuk didapatkan dan tips-tips untuk meningkatkan keberhasilan proses pembuatan juga cukup simpel untuk diikuti. Makin penasaran kan dengan cara membuat tempe di rumah? Yuk ikuti resep dari Ibu Iin berikut!

Cara membuat tempe

Bahan
  • 250 gr kacang kedelai
  • 1 sdm tepung beras
  • 1/4 sdt ragi tempe
  • air secukupnya
Ragi tempe
  • Potong kecil-kecil tempe yang sudah jadi dan campur dengan tepung beras
  • Diamkan dalam wadah dalam suhu 25-30 celcius selama 24 jam hingga 48 jam, atau hingga ‘berbulu’ (tumbuh jamur)
  • Jemur ragi hingga kering
Cara membuat
  • Pastikan tangan dan alat-alat memasak Anda bersih untuk menghindari kontaminasi
  • Rendam kedelai semalaman atau minimum 4 jam untuk mempercepat proses perebusan kedelai
  • Cuci bersih kedelai dan saring
  • Rebus kedelai hingga mendidih
  • Angkat dan kupas kulit kedelai hingga bersih
  • Rebus sekali lagi hingga empuk dan buang air rebusan. Pastikan kedelai benar-benar kering untuk proses selanjutnya
  • Di wadah yang besar, campur 1/4 sdt ragi tempe dan 1 sdt hingga 1 sdm tepung beras. Campur hingga rata, tepung beras akan membantu mengeringkan campuran kedelai.
  • Tuang kedelai ke kantong plastik (sandwich bag), pastikan plastik tertutup rapat. Buat lubang kecil-kecil di kedua sisi kantong plastik. Hindari membuat lubang yang terlalu besar atau terlalu banyak agar tidak terlalu banyak udara masuk ke campuran tempe. Udara yang terlalu banyak dapat membuat warna tempe menjadi hitam.
  • Diamkan adonan tempe di ruangan bersuhu 25-30 celsius selama 24 hingga 48 jam sampai jamur-jamur putih muncul.
Tempe yang sudah jadi (kiri) dan tempe dalam proses fermentasi (kanan)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Karantina Bawa Dampak Positif

Di balik berbagai hal menakutkan dan mengerikan yang menyebabkan kepanikan hampir pada seluruh warga dunia oleh karena percepatan penularan Covid-19 dan dampak kematiannya, sebenarnya...

MENIKMATI TRANSIT WISATA DENGAN KENYAMANAN 787 DREAMLINER

Umumnya orang-orang Indonesia yang tinggal di Melbourne, pada bulan Oktober ini biasanya sudah merencanakan untuk mudik bersama keluarga ketika liburan sekolah dimulai. Selain untuk...

Warga Tidak Puas Terhadap PPLN Sydney

Kisruh Pemilu di Sydney masih berlangsung akibat banyaknya warga Indonesia yang keberatan karena tidak dapat menyalurkan hak suaranya. Menurut kabar yang beredar, pintu ditutup...

DIPLOMASI SENI KONTEMPORER: TUJUH PERTUNJUKAN SENI INDONESIA MERIAHKAN FESTIVAL ASIA PACIFIC TRIENNIAL OF PERFORMING ARTS (ASIA TOPA) 2020

Selama lebih dari seminggu berturut-turut (20 Februari – 1 Maret 2020), para pelaku seni dan industri kreatif Indonesia menampilkan karyanya pada Festival Pacific Triennial of Performing Arts...

SELAMAT BERKARYA AIYA 2019-2020

Australia-Indonesia Youth Association (AIYA) cabang Victoria kembali menggelar acara Rapat Tahunan di Konsulat Jenderal Indonesia pada Rabu 30 Oktober lalu. Secara umum, AIYA Victoria telah berhasil menggelar...