TAWA NOSTALGIA WARKOP

0
365

Masih ingat dengan Dono, Kasino dan Indro? Trio komedian legendaris ini bergabung sebagai Warkop DKI dan menjadi tenar semenjak tahun 1980an. Dengan setia mereka menghiasi layar pertelevisian Indonesia selama puluhan tahun dengan kebanyolan yang tiada duanya. Sangat disayangkan memang, bahwa saat ini hanya tersisa satu anggotanya, yaitu Indrodjojo Kusumonegoro atau yang lebih akrab dipanggil Indro.

Belum lama ini Warkop DKI dikemas ulang dalam bentuk Warkop DKI Reborn. Formasi baru yang terbentuk oleh Abimana Aryasatya (Dono), Vino G. Bastian (Kasino) dan Tora Sudiro (Indro) hadir menguak kerinduan masyarakat Tanah Air terhadap para tokoh ikonik perfilman Indonesia tersebut. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 diluncurkan diperbioskopan Indonesia pada September 2016 yang lalu. Tak mengherankan bila para penonton yang semangat datang ke gala premier jumlahnya membludak.

Baru-baru ini Bioskop Australia juga menghadirkan screening film tersebut di Hoyts Chadstone Shopping Centre. Jadi warga Indonesia di Melbourne yang belum sempat menonton akhirnya memperoleh kesempatan. Tiket yang tersedia laris manis terjual tanpa tersisa.

Secuplik mengenai Warkop DKI Reborn; Dono, Kasino dan Indro kali ini hadir sebagai anggota CHIPS yang seharusnya menjaga ketertiban dan mengatasi berbagai masalah sosial. Namun, trio yang selalu tertimpa kesialan ini justru dibawa ke pengadilan setelah menimbulkan kekacauan ketika berusaha menangkap seorang pencopet. Alhasil mereka diharuskan membayar ganti rugi dengan jumlah yang besar dalam waktu yang singkat. Bila gagal memenuhi syarat tersebut, maka mereka bertiga akan dijebloskan ke dalam penjara.

Penonton yang hadir tampak sangat gembira dengan penampilan trio Warkop DKI Reborn. Sepanjang penayangan, ruang bioskop dipenuhi tawa terbahak-bahak yang menggelegar. Bagaimana tidak, kekonyolan demi kekonyolan dan juga berbagai ungkapan khas Warkop DKI terus menerus dilontarkan sepanjang film ini berlangsung.

Proses casting para pemeran juga patut diacungkan dua jempol. Bahkan para penonton tampak terkagum-kagum melihat kemiripan para pemain dengan tokoh aslinya. Betul-betul bak pinang dibelah dua.

Kegemarannya terhadap bidang perfilman dan niat mulia untuk membawa karya anak bangsa di mata internasional menggugah Ramanda, sang pimpinan, untuk mendirikan Bioskop Australia. “Misalnya kita pergi ke bioskop di Australia, ada kan film-film Hong Kong, Bollywood dan sebagainya. Jadi saya berpikir, mengapa kita tidak mengadakan sebuah jalur yang mampu membuat film Indonesia itu go international?” jelas Ramanda. Salah satu harapan Ramanda ke depannya adalah untuk mendukung pemberantasan pengunduhan film secara ilegal. Menurutnya, hal ini dapat diraih dengan penayangan premier film Indonesia di Australia dalam waktu yang bersamaan, atau setidaknya dengan jenjang waktu yang sesedikit mungkin.

Juga dikutip darinya, screening Warkop DKI Reborn kemarin meraih minat yang luar biasa. Kesuksesan tersebut bahkan mencetuskan kemungkinan screening kedua di bulan Februari yang akan datang.

Dan jangan lupa, tertawalah, sebelum tertawa itu dilarang!

Warkop 2nd screening

** Apa Kata Mereka **

 

Windi (tengah) dan Aida (tiga dari kanan)
Windi (tengah) dan Aida (tiga dari kanan)

Aida
Kan Warkop DKI sudah sejak jaman kami masih muda ya, sedangkan karena sudah lama tinggal di sini jadi sudah tidak tahu artis-artis Indonesia jaman sekarang. Tadi sih agak kurang kenal yah, pemerannya siapa saja. Tapi bagus banget dan lucu.

Windi
Aduh lucu banget! Jadi inget yah jaman-jaman Warkop DKI yang dulu. Senang deh sudah datang, worth it banget! Tadinya sudah hampir tidak jadi. Tapi dipikir-pikir, akhirnya oke, jadi deh! Ga sabar nih nunggu lanjutannya, apalagi tadi akhirnya agak nanggung.

 

31-ngeliput-bioskop-warkop-dki-apa-kt-mereka-miaMia
Aku tahu screening Warkop DKI dari kelompok arisanku, dan juga lewat Facebook. Filmnya bagus, lucu, dan modern ya. Pemeran Dono juga keren, mirip banget deh, meski pake gigi prostesis. Pasti aslinya ganteng. Kurang serunya, kok bersambung, aku kirain bakal sampai selesai filmnya, udah gitu dipotong di akhirnya, gantung banget kurang jelas gitu. Semoga cepat masuk Melbourne deh part 2 nya!

 

 

Ishie