PIR OWNERS | KETUA PPIA VICTORIA UNIVERSITY

0
358

Pir Owners menjabat sebagai ketua baru Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Victoria University (VU) periode 2017-2018 yang resmi bertugas sejak 19 Oktober 2017. Berkeinginan belajar di Inggris, pria kelahiran Jakarta ini tidak pernah menyangka akan berakhir di Negeri Kanguru. Ia juga tidak pernah bermimpi akan langsung menjadi seorang pemimpin setelah baru lima bulan menetap di Melbourne.

“Saya itu sama sekali ndak pernah bermimpi jadi Ketua atau Presiden PPIA VU. Wong diterima di VU saja tidak pernah terbayang di benak saya. Sebab, yang jadi bayangan saya adalah saya bisa lanjutkan sekolah jenjang postgraduate di tanah Ratu Elizabeth. Eh, Tuhan malah mengarahkan saya ke bekas jajahannya Inggris ini. Yah, disyukuri saja deh.”

Waktu yang terbilang singkat untuk beradaptasi tersebut membuat Pir awalnya merasa sukar untuk maju ke kursi pencalonan Ketua PPIA VU. Namun, keinginannya untuk menjadi “Men for Others”, mampu mengalahkan semua keraguan.

“Memang, saya agak sungkan ketika awal dijadikan kandidat Presiden VUISA periode 2017-2018. Pasalnya, saya itu relatif baru alias masih junior lah. Keinginan untuk menjadi berguna dan membantu banyak orang membuat saya membulatkan tekad untuk menerima amanah yang cukup prestigious ini.”

Rasa pesimis yang muncul di awal dalam sekejap berubah menjadi perasaan senang dan bangga, setelah Pir menerima dukungan dari 80% sekitar 100 orang anggota PPIA Victoria University, dan mengalahkan dua orang kandidat saingannya.

Rasa bersyukur ini ia hanturkan kepada para senior di Victoria University yang tidak pernah absen memberikan dukungan moral, hingga pada akhirnya dosen tetap Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Persada Indonesia Yayasan Administrasi Indonesia (UPI YAI) tersebut dapat menduduki jabatan ketua.

Hobi berorganisasi ternyata sudah Pir bina sejak masih menjadi mahasiswa S1 di Universitas Indonesia. Peran sebagai ketua himpunan mahasiswa program studi komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI), hingga anggota aktif organisasi profesi Aliansi Jurnalis Independen Jakarta (AJI) pernah ia emban.

Pria dengan segudang pengalaman di bidang jurnalistik ini memang sadar benar akan dampak positif berorganisasi. Menurutnya, berorganisasi adalah sebuah keniscayaan, karena selalu membawa banyak manfaat. Ia memberikan contoh dari pengalamannya bergabung dalam PPIA VU.

“Di PPIA Victoria Uni atau kami menyebutnya dengan nama VUISA, Victoria University Indonesian Student Association, berkah itu sudah sangat terasa manakala pertama kali gabung. Satu yang paling utama adalah saya mendapatkan arahan dan rekomendasi akomodasi temporer dan permanen dari anggota VUISA.”

Kini, setelah dinobatkan ketua, ia sadar bahwa kebiasaan membantu teman-teman lain di Victoria University adalah gilirannya. “Kalau saya sudah pernah dibantu dan merasakan berkahnya, sekarang giliran saya harus berperan dalam memberikan faedah kepada anggota lain terutama yang baru datang ke Melbourne. Dan menjadi presiden VUISA akan memberikan saya kesempatan lebih untuk memberikan manfaat positif bagi orang lain khususnya anggota VUISA yang baru.“

Uniknya, tidak seperti PPIA di universitas lainnya di Melbourne, PPIA VU ternyata tidak memiliki visi dan misi yang terpaku. Menurutnya, kebersamaan di antara para anggota adalah yang terpenting. “Mungkin kalau boleh dikatakan, kami lebih mengedepankan kekeluargaan dan keakraban ketimbang visi-misi. Intinya, misi yang hendak saya usung adalah yang sudah berjalan baik selama ini, yaitu jalinan kekerabatan dan kekeluargaan antar-mahasiswa Indonesia di kampus Victoria University Melbourne Australia.”

Sebagai Ketua PPIA VU baru menggantikan Gilbert Joshua yang sekarang adalah ketua PPIA Victoria, Pir Owners memiliki sepotong kalimat harapan. “Menjaga eksistensi VUISA sebagai organisasi yang berdaya-guna bagi mahasiswa Indonesia di Victoria University sudah menjadi harapan terbesar saya,” tutupnya.

 

 

Nasa