HANDI MULYANA: MANIS DAN MENDUNIA

0
859

Nama Handi’s Cakes sudah melambung di kalangan pecinta kue berdekorasi. Siapa yang sangka, ternyata ada seorang asal Cianjur, Jawa Barat bernama Handi Mulyana yang menjadi tonggak berdirinya pusat pelatihan dekorasi kue yang unik nan menarik ini.

Handi telah meraih reputasi sebagai cake artist yang sangat berbakat dan profesional. Bukan hanya dalam hal mendesain, tetapi juga mendekorasi dan mengukir kue. Karyanya dikenal secara luas dan dihargai berbagai kalangan pecinta kue dan kulinari papan atas karena kualitasnya yang dinilai sangat unggul.

Sejauh ini prestasi Handi mencakup sebagai dekorator kue terbaik 2011 dari National Baking Industry Australia dan pemenang Wedding Industry Experts Awards 2012. Ia juga telah beberapa kali didaulat menjadi juri dan konsultan di acara Masterchef Australia, terutama di episode “wedding challenge”. Bahkan, yang sangat membanggakan, Handi juga pernah diminta membuat kue di hari spesial untuk selebriti kelas dunia, sebut saja Rihanna, Nicole Kidman, dan Oprah Winfrey.

Dilahirkan sebagai generasi keempat dari keluarga pembuat roti dan kue, Handi memang sudah sangat familiar dengan bahan-bahan serta peralatan membuat kue. Pria yang terlihat sangat awet muda di usianya yang ke-40 ini dibesarkan di antara hirup pikuk bakeri milik keluarganya yang bernama Tan Keng Cu (TKC). Selidik punya selidik, TKC ini termasuk toko roti legendaris yang pula merupakan salah satu ikon kulinari di Cianjur.

PROFIL - HANDI MULYANA“Saya mulai baking dan decorating dari umur 13 tahun. Dan pada saat umur 16 tahun, saya yakin ingin jadi baker dan cake decorator,” ujarnya ramah. Kendati demikian, perjalanan Handi hingga bisa sampai di jenjang sekarang ini tidaklah mudah. Misalnya saja sarana yang diperlukan untuk menggali ilmu di bidang dekorasi kue di Tanah Air dinilai sangat kurang. Hal itu kemudian menjadi dasar keputusan Handi untuk pindah ke Negeri Kangguru pada tahun 1994. Ia menekuni jurusan Diploma in Hospitality di William Blue College of Hospitality Management, dan lalu melanjutkan studinya ke Diploma in Cake Making and Decorating di TAFE NSW. “Alasannya saya memilih Sydney, Australia adalah karena lebih dekat dengan Indonesia, dibandingkan jika saya pergi ke Amerika atau Eropa. Tetapi sekarang sih sudah banyak fasilitas untuk belajar dekorasi kue, baik di Indonesia atau di dunia,” tambahnya.

Usai sekolah, Handi sempat bekerja mencari pengalaman dalam bidang yang sama. Setelah beberapa saat, ia lalu memberanikan diri untuk mendirikan Handi’s Cake, sebuah sarana untuk mengajarkan seni mendekorasi kue yang terbuka untuk umum. Ini sejalan dengan misi dan visinya sedari dulu. Pria kelahiran Oktober 1975 tersebut tak pernah pelit untuk membagikan pengetahuan dan keterampilannya pada orang lain. Toh dengan demikian justru Handi jadi merasa tertantang untuk terus menghadirkan yang terbaik. Hingga kini Handi rutin mengadakan workshop di Australia, dan mancanegara, seperti di Malaysia dan juga Indonesia.

Meski padat jadwal, Handi ingin selalu memastikan agar murid-muridnya mendapatkan kesempatan untuk berlatih bersama dirinya secara pribadi. “Saya suka interaksi dengan orang-orang yang memiliki hobi yang sama, berbagi ilmu dan pengalaman,” katanya tulus.

Reputasinya dalam mengajar serta menghasilkan kue yang bukan hanya indah namun juga sangat lezat inilah yang kemudian dilirik oleh Masterchef Australia, dimana Handi diminta tampil sebagai bintang tamu dan lalu sebagai konsultan cake decorator. Ia pun sempat juga muncul di Masterchef Indonesia. Dengan segala prestasi ini, Handi pantas disebut sebagai salah satu yang berjasa mempopulerkan kue-kue cantik yang sekarang sangat diminati di Australia, Indonesia, dan banyak negara lainnya.

Berkarir dan bersaing di tanah rantauan tidak pernah menciutkan semangat Handi. Bahkan ia sekarang dihormati berbagai kalangan karena kepiawaian di bidangnya. Handi pun tidak merasa pernah diperlakukan secara diskriminasi karena menurutnya, masyarakat lebih melihat dirinya sebagai chef profesional ketimbang warna kulitnya.

Meski sukses di Negeri Kangguru, pria bertubuh tegap ini tidak melupakan Tanah Airnya. Untuk kedepannya, Handi mengaku berpikiran membuka cabang Handi’s Cake di Indonesia. Namun sebelumnya, “rencana sekarang saya mau memperbaharui kafe yang di Cianjur dengan konsep yang baru dan menawarkan pastry yang sedang up-to-date,” tutup pria yang doyan istirahat, jogging, dan bertemu dengan teman-temannya saat ia tidak sedang memanggang kue.

PROFIL - HANDIS CAKES 2

 

Sasha
Foto: Dok. pribadi