DUBES DAN KONSUL UCAP SELAMAT TINGGAL

0
501
Dubes RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema dan Ibu Nino Nasution berpamitan dengan warga Indonesia di Melbourne

Sebelum kembali ke Indonesia, Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema beserta istri, menyempatkan diri untuk bertemu masyarakat Indonesia di Victoria akhir Januari silam. Acara ini juga digelar sekaligus untuk mengucapkan salam perpisahan kepada Ita Puspitasari selaku Konsul Ekonomi, dan Oldrin R Lawalata, Konsul Muda Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KJRI Melbourne.

Usai menyantap makanan Indonesia yang dihidangkan di awal acara, tamu undangan lalu dipersilahkan duduk. Acara kemudian dibuka oleh Konsul Jenderal RI Dewi Savitri Wahab yang menyampaikan kesan dan pesan selama bekerja bersama kedua rekannya, disertai ucapan terima kasih kepada Dubes Nadjib atas pelajaran dan pengabdian yang telah diberikan.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Nadjib Riphat Kesoema mengawali sambutannya dengan ajakan terhadap masyarakat Indonesia untuk membangun hubungan baik dengan Australia. “Seperti yang kita ketahui, [Indonesia dan Australia] adalah dua bangsa yang sangat dekat secara geografis, tapi sangat berbeda dalam budaya… Oleh sebab itu, kita harus sering berdialog dan bertukar pikiran untuk menghindari semua kesalahpahaman yang mungkin terjadi,” paparnya. Menjaga stabilitas hubungan kedua negara tak pelak merupakan salah satu agenda yang selalu dipegang teguh Dubes Nadjib sejak penugasannya di Canberra pada Oktober 2012.

Beliau tak lupa menghanturkan ucapan terimakasih atas kesempatan untuk melayani masyarakat Indonesia di Australia. Dubes Nadjib juga mengapresiasi jalinan kerjasama dan dukungan yang diberikan kepada beliau dan keluarga, sekaligus menyampaikan permohonan maafnya bila ada yang tidak berkenan.

Juga akan bertolak ke Tanah Air di awal tahun ini, Oldrin tak ketinggalan menyampaikan sepatah dua kata diselingi humor ringan untuk menghibur suasana yang diliputi kesedihan karena akan berpisah. Di akhir pidato singkatnya, Oldrin berharap agar masyarakat Indonesia di Victoria selalu menjaga sifat kekeluargaan yang telah tercipta dan terus bersatu. “Semoga persahabatan yang telah kita bangun tetap berjalan dengan baik, agar walaupun saya di Jakarta, saya akan tetap mendengar bahwa masyarakat Indonesia di Melbourne adalah masyarakat yang kuat dan bersatu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Konsul Ita di hadapan sekitar 100 warga yang hadir. Beliau mengaku senang mengabdi di KJRI Melbourne karena menurutnya masyarakat Indonesia di kota ini sangat aktif. “Saya merasa sangat mudah sekali bekerja di sini. Masyarakatnya sangat aktif. Bapak-bapak dan Ibu-ibu ini idenya banyak sekali, jadi kami ibaratnya tinggal memberikan support saja,” ujarnya. Konsul Ita dan keluarga juga merasa sangat beruntung bisa ditugaskan di kota yang mendapatkan predikat world’s most livable city ini, sehingga sudah banyak pengalaman dan pelajaran yang mereka dapatkan.

Acara perpisahan malam itu dilanjutkan dengan pemberian tanda kasih kepada mereka yang akan kembali ke Tanah Air, dan atraksi angklung oleh Dharma Wanita Persatuan KJRI Melbourne yang mengundang decak kagum serta tepuk tangan meriah.

Tak lama berselang, para hadirin dipersilahkan maju ke depan untuk bersalaman dan mengucap salam perpisahan. Setelah berlangsung selama kurang lebih tiga jam, acara ini pun ditutup dengan sesi foto bersama.

Eratnya tali persaudaraan antar masyarakat Indonesia yang hadir sungguh tercermin dalam kemeriahan acara perpisahan yang sederhana tersebut.

 

Konsul Ekonomi Ita Puspitasari juga akan meninggalkan Melbourne setelah mengemban tugas negara sejak Juni 2013
Konsul Ekonomi Ita Puspitasari juga akan meninggalkan Melbourne setelah mengemban tugas negara sejak Juni 2013
Persembahan alunan merdu angklung sebagai hadiah perpisahan dari DWP KJRI Melbourne
Persembahan alunan merdu angklung sebagai hadiah perpisahan dari DWP KJRI Melbourne
Setidaknya 100 tamu undangan hadir di acara perpisahan yang dihelat di KJRI Melbourne
Setidaknya 100 tamu undangan hadir di acara perpisahan yang dihelat di KJRI Melbourne
Tanda kenang-kenangan berupa karikatur Dubes Nadjib dan Ibu Nino
Tanda kenang-kenangan berupa karikatur Dubes Nadjib dan Ibu Nino
Menjelang akhir acara, masyarakat dipersilahkan memberi salam perpisahan secara personal
Menjelang akhir acara, masyarakat dipersilahkan memberi salam perpisahan secara personal
Sebagai Konsul Muda Pensosbud, Oldrin Lawalata (pegang bunga) banyak bekerjasama dengan perwakilan organisasi masyarakat Indonesia di Victoria (dalam foto: bersama perwakilan PPIA)
Sebagai Konsul Muda Pensosbud, Oldrin Lawalata (pegang bunga) banyak bekerjasama dengan perwakilan organisasi masyarakat Indonesia di Victoria (dalam foto: bersama perwakilan PPIA)

Nasa